Selasa, 14 Desember 2010

DOSA DAN PENDERITAAN MANUSIA

Bahan Katekese Katolik Dewasa

Sumber Bahasan : Kej 3:1-24

Hermeuneutika :

Kisah Kejadian ini menjelaskan asal-mula datangnya penderitaan, bahkan yang berakhir pada kematian manusia, sebagai sebuah misteri abadi yang selalu akan ditanyakan oleh umat manusia : Kenapa harus ada penderitaan dan kematian ? mengapa hidup manusia berakhir pada kesia-siaan? Kisah kejadian 3 menjelaskan bahwa semuanya berasal dan berawal dari dosa manusia, pemberontakan manusia terhadap kehendak Allah yang menghendaki kebahagiaan manusia. Jadi penyebabnya adalah keinginan dan pilihan manusia sendiri yang lebih memilih untuk bersengsara dan menderita dan menolak kehendak Allah yang ingin membahagiakan manusia.

Kisah Kejadian 3, juga menceritakan tahap-tahap kejatuhan manusia dalam dosa :
  • Dosa berawal dari keinginan (yang tidak terkendali) manusia untuk menyamai Allah (lihat uraian ayat 3 di bawah)
  • Dosa mendatangkan hukuman pada diri manusia (lihat uraian ayat 16 di bawah). tahap-tahap hukuman manusia akibat dosa dapat direfleksikan sebagai berikut :
  • Rasa malu dan rasa bersalah (ayat 7)
  • Ketakutan dan hilangnya hubungan mesra antar manusia serta manusia dengan Allah (ayat 8)
  • Hilangnya rasa tanggung jawab dan kemudian saling menyalahkan (ayat 12-13)
  • Hilangnya kodrat tugas manusia (ayat 16, lihat keterangan di bawah)
  • Mendatangkan kesusahan dan penderitaan, manusia terbelenggu dalam dunianya. (ayat 17)
  • Awal mula datangnya kematian (ayat 19)

Meskipun demikian Allah tidak membiarkan manusia merana dalam penderitaan karena kedosaannya. Allah telah merencanakan dan menjanjikan akan adanya penyelamatan manusia dari kedosaannya (lihat keterangan ayat 15 di bawah).

MUJIZAT EKARISTI (Kisah Martha Robin)

Telah banyak bukti dan fakta tentang mujizat ekaristi yang telah ditulis dan dimuat dalam berbagai media. Semuanya membuat kita yakin akan kebenaran Sabda Tuhan kita Yesus Kristus dan akan kehadiran sungguh dan nyata Tuhan dalam Hosti dan Anggur yang telah terkonsekrasi. Bukti-bukti tentang mujizat Ekaristi telah terekam dalam sejarah Gereja sejak awal mula sampai pada zaman modern ini.

Mukjizat lain yang cukup menarik perhatian adalah adanya fakta bahwa ada orang- orang tertentu yang dapat hidup sampai bertahun- tahun hanya dengan memakan Tubuh Kristus dalam Ekaristi, tanpa makanan lainnya. Kisah mukjizat Ekaristi ini terjadi dalam hidup Martha Robin (1902- 1981), seorang Katolik yang sangat taat dan beriman. Ia lahir tanggal 13 Maret 1902 di Chateauneuf-de- Galaure, Perancis, di desa kecil Drome, di lembah Rhone Valley. Pada usia 16 tahun (tahun 1918) ia jatuh sakit yang membuatnya coma selama 20 bulan. Setelah ia sadar, penyakitnya tidaklah membaik, malahan memburuk, yang membuatnya tidak dapat menggerakkan kakinya. Pada tanggal 2 Januari 1929 sampai wafatnya 6 Feb 1981, ia lumpuh, tidak dapat menggerakkan kaki, lengan, bahu dan tenggorokannya, sehingga ia tidak dapat menelan, tidak dapat makan dan minum. Kondisinya ini kemudian diperiksa oleh dokter, seorang profesor dari fakultas kedokteran di Lyons, Dr Jan Dechaume, da Dr. Andre Ricard. Adalah suatu misteri tersendiri bahwa Martha Robin ini dapat hidup tanpa makanan selama 50 tahun, kecuali dari Ekaristi.

Syukur atas 50 tahun Hirarki Gereja Katolik Indonesia

SURAT KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA
SYUKUR ATAS 50 TAHUN
HIRARKI GEREJA KATOLIK DI INDONESIA

Pada tanggal 3 Januari 2011 Gereja Katolik Indonesia pantas menghaturkan syukur yang berlimpah kepada Tuhan karena 50 tahun yang lalu yakni pada tanggal 3 Januari 1961.

Paus Yohanes XXIII melalui Konstitusi Apostolik: “QUOD CHRISTUS ADORANDUS” menganugerahkan: HIRARKI EPISKOPAL kepada Gereja Katolik di Indonesia.

Penganugerahan ini merupakan pengakuan Takhta Suci bahwa Gereja Katolik di Indonesia sanggup berdiri sendiri sebagai hirarki karena:

  1. Gereja Katolik di Indonesia memiliki kemampuan menjamin kelangsungan keberadaannya serta pengembangannya secara kuantitatip dan kualitatip;
  2. Gereja Katolik di Indonesia memiliki kemampuan menjamin komunikasi persaudaraan para murid Yesus antar gereja-gereja setempat baik nasional maupun internasional;
  3. Gereja Katolik di Indonesia memiliki kemampuan menjamin kelanjutan pelaksanaan karya misi ke dalam dan ke luar;
  4. Gereja Katolik di Indonesia memiliki kemampuan berkembang menjadi Gereja pribumi dengan tetap berpegang teguh pada hakekat Gereja yang universal;
  5. Gereja Katolik di Indonesia memiliki kemampuan berkembang menjadi Gereja dewasa yang bertanggung-jawab penuh dalam pengadaan tenaga-tenaga pastoral (klerus dan awam) dan sarana-sarana lain yang mendukung pengembangan dirinya sebagai GEREJA KRISTUS yang sejati.

Jumat, 03 Desember 2010

KEAJAIBAN KASIH

Putri Elizabeth yang lahir di Bratislava pada tahun 1207 bukan hanya berwajah manis lembut, melainkan juga berhati manis lembut. Ia murah hati dan suka memberi. Bahkan menurut suaminya, yaitu pangeran Ludwig, putri Elizabeth terlalu bermurah hati. Mereka tinggal di puri Wartburg dan putri Elizabeth sering merasa prihatin dengan kehidupan keluarga para petani miskin di desa dekat puri itu. Walaupun dilarang oleh suaminya, putri Elizabeth secara sembunyi-sembunyi sering membawa roti dalam keranjang yang ditutupi mantel untuk dibagi di desa.

Tetapi pada suatu hari, menurut legenda, putri Elizabeth dipergoki pangeran Ludwig di tengah jalan. "apa yang kamu bawa dalam keranjang itu?" bentak pangeran Ludwig. Putri Elizabeth terkejut ketakutan.

Langsung ia bertelut di tanah. Dengan tangan gemetar ia memegangi mantelnya menutup keranjang itu. "Apa isi keranjang itu?" bentak Ludwig sekali lagi. Tiba-tiba putri Elizabeth mendapat akal untuk berbohong.
Dengan suara bergetar ia menjawab lirih, "Bunga mawar, pangeranku."Pangeran Ludwig tahu bahwa sebetulnya keranjang itu berisi roti. Maka dengan geram dihunusnya pedang, lalu dengan ujung pedang itu ia menyingkap mantel yang menutupi keranjang. Keranjang itu pun langsung terbuka. Apa isinya ? Sekuntum bunga mawar merah yang segar dan indah.

Ajaib, roti dalam keranjang itu telah berubah menjadi mawar merah.

Kamis, 02 Desember 2010

MASA ADVEN

Bahan Katekese Katolik Dewasa : MASA ADVEN
Di awal Masa Adven ini, saya tergerak untuk memposting tentang hal-ikhwal yang perlu diketahui tentang Masa Adven dalam Gereja Katolik. Semoga bermanfaat dalam pendampingan katekese.



ADVEN berasal dari kata Adventus (bahasa latin) yang berarti kedatangan. Maka masa Adven dapat diartikan sebagai Masa Menantikan Kedatangan. Kedatangan siapa? Kedatangan DIA yang dinantikan oleh semesta alam, ialah Sang Juru Selamat, Sang Raja Damai, Tuhan dan Raja Semesta Alam.
Bagaimana kita tahu bahwa Dialah Tuhan Yesus Kristus? Kita akan menengok sebentar Nubuat tentang Sang Mesias itu dari masa Para Bapa Bangsa sampai masa Perjanjian Baru, menjelang kedatangan Kristus

A. NUBUAT-NUBUAT TENTANG KEDATANGAN KRISTUS

1. Para Bapa Bangsa

- Adam : Kejadian 3 : 15 : “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
- Abraham : Kejadian 12 : 3 : “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan oleh keturunamu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
- Musa : Keluaran 11, 12, 14 : Paskah dan Penyeberangan Laut Merah : lambang karya penebusan dan pembaptisan.

Rabu, 10 November 2010

Pokok Bahasan Katekese Katolik Dewasa: KISAH PENCIPTAAN

Bahan Kitab Suci: Kitab Kejadian 1 : 1 - 31

Hermeneutika dan refleksinya :

Menurut para ahli Kitab Suci kisah penciptaan ini berasal dari tradisi Para Imam. Kisah ini lebih abstrak dan teologis daripada kisah berikutnya. Pengarang kisah pertama ini bermaksud mengelompokkan semua makhluk dengan cara yang ditinjau dari segi logika dapat memuaskan dan yang mencakup segala seuatu yang dijadikan Allah. Dengan berpegang suatu bagan yang rapi tersusun pengarang mengisahkan kisah penciptaan dalam satu minggu. Karya Allah berakhir dengan dengan beristirahat, sebagaimana orang beristirahat pada hari Sabat. Semua makhluk mulai berada atas kehendak Allah. mula-mula diciptakan apa yang rendah martabatnya, lalu yang lain-lain sampai dengan makhluk yang paling mulia, yaitu manusia, gambaran Allah dan raja alam semesta. Kisah penciptaan ini disusun berdasarkan ilmu pengetahuan yang amat primitif. karenanya tidak berguna sama sekali berusaha menyesuaikan kisah ini dengan ilmu pengetahuan modern. tetapi dalam bentuk yang sesuai dalam zaman penyusunannya kisah ini menyajikan ajaran berupa wahyu mengenai Allah yang esa dan transenden, Allah yang ada sebelum dunia dan yang menciptakan segala sesuatu. Dan inilah ajaran yang berlaku bagi segala zaman.

Beberapa makna yang patut dijadikan refleksi iman adalah :
  • Allah adalah esa, telah ada sejak permulaan, dari kekal sampai kekal
  • Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di dalam dunia
  • Allah menciptakan segala sesuatu dalam tata urutan menurut kebijaksanaan ilahi
  • Terang dan gelap : kehadiran Allah pertama-tama membawa keteraturan (cosmos), memisahkan terang dari gelap (baca : menerangi segala sesuatu sehingga tidak ada lagi kegelapan - baca: kegelapan (kejahatan)). Ketiadaan Allah membawa kekacauan, ketidakteraturan (chaos), kegelapan. Allah tidak menciptakan kegelapan.
  • Segala ciptaan dijadikan terarah pada manusia, puncak dan mahkota penciptaan, sebagai yang paling mulia dari segala ciptaan
  • Manusia diciptakan Allah menurut gambar dan rupa Allah. Istilah “gambar” mengartikan kesamaan manusia dengan Allah dalam akal, kehendak (bebas) dan kekuasaan, meskipun semua itu tetap dipandang sebagai pemberian Allah. Sedangkan istilah “rupa” hendak memperlemah arti istilah “gambar”. dengan istilah ini ditegaskan bahwa manusia hanyalah makhluk (ciptaan) yang sama dengan binatang dan tumbuhan dan ciptaan lain yang tidak mungkin dapat menyamai PenciptaNya.

Manusia diciptakan oleh Allah dengan suatu perintah (kuasa) untuk menaklukkan dan menguasai (baca: mempelajari, memanfaatkan dan mengolah dengan baik) alam semesta. Kuasa yang ada pada manusia untuk menaklukkan dan menguasai alam bukanlah kuasa mutlak yang ada pada diri manusia. Kuasa yang ada pada diri manusia adalah pemberian Allah, karenanya tidak sepatutnya manusia menyombongkan diri dengan kekuasaan yang ada padanya (lihat poin di atas).

Kamis, 04 November 2010

Press Release: SIDANG AGUNG GEREJA KATOLIK INDONESIA 2010

(Dengan mengetahui press release SAGKI 2010 ini kita sudah dapat membayangkan arah dasar pastoral Gereja kita, dan juga akan bermanfaat bagi pengembangan Katekese)

“Ia Datang Supaya Semua Memperoleh Hidup Dalam Kelimpahan”

(bdk. Yoh 10:10)

Pada tahun 2010 ini, Gereja Katolik Indonesia akan kembali menggelar Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (“SAGKI”) sebagai pertemuan rutin yang lazim diadakan setiap 5 (lima) tahun sekali. Sebagaimana halnya SAGKI 2000 dan SAGKI 2005 yang lalu, pada SAGKI 2010 ini Gereja Katolik Indonesia kembali menegaskan bahwa Gereja adalah bagian yang tidak terpisahkan dari realitas bangsa Indonesia. Justru dalam konteks Indonesia yang beragam dan plural inilah, Gereja Katolik hendak menyadari dan menghidupi terus-menerus “Wajah Yesus” untuk kemudian terpanggil mewujudnyatakan panggilan perutusan Gereja untuk mewartakan Yesus, Sang Kabar Gembira Keselamatan dalam berbagai lingkup kehidupan. Sejalan dengan semangat SAGKI 2000 untuk mewujudkan dan memberdayakan Komunitas Basis untuk menuju Indonesia Baru dan SAGKI 2005 yang mengusung semangat “Bangkit dan Bergerak untuk membentuk Keadaban Publik Bangsa”, maka SAGKI 2010 menjadi kesempatan Gereja, baik klerus maupun umat untuk merayakan panggilannya sebagai Gereja Yang Diutus.

Metode Narasi, yakni ”saling menuturkan kisah” dan ”saling mendengarkan kisah” menjadi warna yang khas dalam perayaan iman SAGKI 2010. Inilah inspirasi dari Kongres Misi Asia I yang diselenggrakan di Chiang Mai, Thailand pada tahun 2006 lalu bagi SAGKI 2010. Metode Narasi diyakini sebagai bentuk pewartaan iman paling efektif dan ”khas” untuk orang Asia. Keyakinan ini ditandaskan oleh Paus Yohanes Paulus II dalam dokumen Ecclesia in Asia pada tahun 1999.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...