Rabu, 01 September 2010

UNGKAPAN KRISTIANI DALAM BAHASA ARAB

Dalam katekese kita sering mempergunakan ungkapan-ungkapan yang kita anggap bahasa kristiani, padahal tidak dapat dipungkiri bahwa ada juga penganut kristiani yang sehari-hari mempergunakan bahasa Arab. Amat menggelitik untuk mengetahui ungkapan-ungkapan kristiani dalam bahasa "asing" ini (menurut kita). Bahkan mungkin ada umat kristiani yang berpandangan bahwa kata-kata arab itu diidentikkan sebagai bahasa milik agama tertentu saja. Padahal, bahasa yang satu dan sama itu sudah terlebih dahulu dipakai oleh pengikut Kristen-Arab, sampai sekarang ini, misalnya penganut Katolik Siria.

Berikut beberapa ungkapan Kristiani dalam bahasa Arab. Semoga bermanfaat dalam berkatekese.

Qasis (imam, pastor)
Bismillah (dengan nama Allah)
Al-’Ahd alQadîm (Perjanjian Lama)
‘Ied el-Fashha (Perayaan Paskah)
‘Ied el-Milad (Perayaan Natal)
Hamalullah (Anak Domba Allah)
Abânâlladzi fi ssamâwât (Bapa kami yang ada di sorga)
Kalimattulah (Firman Allah)


nuzul (turun)
Ruhullah (Roh kudus)
Khidmat el-Quddas (Misa suci)
Aghfir lahum (Ampuni mereka.)
Mulahan Injil (pembacaan Injil dengan cara dingajikan)
Nasid el Qiyyamah (Kidung Paskah)
mahabbah (cinta)
ishlah (rekonsiliasi)
Majma’ al-Maskuniyyah (konsili ekumenis)


Lâ uhmiluka wa lâ atrukuka (Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Ibr.13:5)
“Hinneh matov umana’im syebet akhim gam yahad.” (Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Mz.133:1)
Anbâ al-wâ’id hum alladzîna yahsubuhumu llahu nasala Ibrâhim. (“anak-anak perjanjian yang diperhitungkan Allah sebagai keturunan Ibrâhim yang sesungguhnya.”)
Salâman atruku lakum, Salâmi u’thikum, laysa kamma yu’thi al- âlamu u’thîkum Anâ (Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera Kuberikan bagimu. Tidak seperti yg diberikan dunia kepadamu. Yoh.14.27)
Man la yuhibbu akhahu alladzî absharahu, kaifa yagdiru an yuhibbu llaha lladzî lam yubshirhu? (”Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang kelihatan, bagaimana mungkin mampu mengasihi Allah yang tidak kelihatan? Yoh.4:20)
Thuba lish-shâni’îs-salâm.(Berbahagialah orang yang membawa damai)
Inthiqala ‘ila amjadis samawat (Telah berpulang ke kemulian surgawi)
Bismil Abi wa al Ibi wa ar-Ruh al-Quddus, Al-Ilahu wâhid, Amin. (Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Allah yang Esa, Amin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...