Jumat, 01 April 2011

GAMBAR 14 PERHENTIAN JALAN SALIB

Umat katolik memiliki kebiasaan melaksanakan ibadat Jalan Salib pada masa Prapaskah sebagai salah satu bentuk pertobatan. Biasanya ibadat jalan salib diadakan di setiap gereja pada hari Jumat (hari pantang) selama masa Prapaskah dan pada pagi hari pada Hari Jumat Agung. Bagi mereka yang sibuk karena panggilan tugas dan pekerjaan demi mencukupi hidup keluarga atau mereka yang bekerja shift sore atau malam, mungkin akan terhalang untuk hadir di gereja mengikuti ibadat jalan salib. Saya pribadi kadangkala tidak dapat mengikuti ibadat Jalan Salib pada hari Jumat. Untuk "menebusnya" sering saya melakukan ibadat jalan salib pribadi/sendirian pada hari Sabtu pagi di Gereja. Selain hari Jumat selama masa Prapaskah, memang Gereja tidak pernah membatasi umat bila mau melaksanakan ibadat Jalan Salib secara pribadi atau dalam keluarga atau dalam lingkungan/komunitas kecil (entah teritorial atau kategorial). Di luar masa Prapaskah pun sebenarnya umat (entah pribadi atau komunitas) sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadat Jalan Salib dalam ziarah-ziarah rohani atau dalam waktu-waktu khusus untuk memperbaharui semangat dan spiritualitas "Jalan Salib" sebagai jalan hidup kita para pengikut Yesus, sehingga dalam saat-saat sulit, kita senantiasa mendapat peneguhan untuk terus bertahan dalam kebaikan.

Bagaimana Membuat Perhentian-perhentiannya.

Dalam beberapa kali kesempatan rekoleksi  dan retret bersama para katekumen, biasa saya melaksanakan ibadat Jalan Salib. Syukur bila di rumah retret atau villa (tepat rekoleksi/retret) ada gambar-gambar/ikon-ikon Jalan Salib, Itu bila pemilik villa menyediakannya, tapi seringkali perhentian-perhenian Jalan Salib harus dibuat sendiri. Dalam keadaan demikian, biasanya perhentian-pehentian saya buat sendiri, yaitu dengan cara membuat tulisan-tulisan perhentian pada secarik kertas, misalnya: “PERHENTIAN I: YESUS DIJATUHI HUKUMAN MATI.” Tulisan-tulisan itu saya buat sedikit besar dan mencolok dan ditulis di atas kertas yang sedikit keras/kaku, misalnya karton atau buffalo. Perhentian-perhentian sederhana ini kemudian ditempelkan di dinding atau batang-batang pohon di sekitar villa tempat kami mengadakan rekoleksi/retret; dan jadilah 14 perhentian jalan salib sederhana. Bagi saya pribadi, yang terpenting bukanlah gambar/visualisasi perhentiannya, tapi bagaimana peserta menghayati makna Jalan Salib dan pengorbanan Yesus itu dan memperoleh kekuatan rohani karenanya. Meskipun begitu, tetaplah saya merasa penting juga mem-visualisasi perhentian-perhentian pada jalan salib, terutama bilamana peserta Jalan Salib sebagian adalah anak-anak.

Dalam posting sebelumnya sudah dijelaskan bahwa terdapat 14 perhentian Jalan Salib yang menggambarkan proses penyaliban, dimulai dari penjatuhan hukuman mati yang tidak adil oleh Pilatus sampai dengan Yesus dimakamkan. Perhentian-perhentian itu adalah sebagai berikut :
  1. Yesus dihukum mati
  2. Yesus memanggul salib
  3. Yesus jatuh untuk pertama kalinya
  4. Yesus berjumpa dengan ibunya
  5. Yesus ditolong Simon dari Kirene
  6. Wajah Yesus diusap oleh Veronica
  7. Yesus jatuh untuk kedua kalinya
  8. Yesus menghibur wanita-wanita yang menangisinya
  9. Yesus jatuh untuk ketiga kalinya
  10. Pakaian Yesus ditanggalkan
  11. Yesus disalibkan
  12. Yesus mati di salib
  13. Yesus diturunkan dari salib
  14. Yesus dimakamkan


Gambar-gambar 14 Perhentian Jalan Salib


Dari hasil browsing di Internet ternyata tidak mudah mencari gambar-gambar Jalan Salib. Tapi untunglah saya menemukannya. Walaupun tidak memiliki resolusi yang besar, tapi bila gambar-gambar Perhentian Jalan Salib berikut dicetak di atas kertas A4, masih cukup tajam. Cukup lumayan bila hendak dipergunakan untuk visualisasi tiap perhentian pada Jalan Salib. Ada baiknya bila setiap lingkungan atau komunitas bahkan keluarga memiliki satu set visualisasi Jalan Salib ini. Bila sewaktu-waktu dibutuhkan maka tinggal menempatkan gambar-gambar perhentian jalan salib tersebut pada tempat-tempat yang dikehendaki dan jadilah "14 Perhentian Jalan Salib Tuhan Kita Yesus Kristus". Untuk Memperbesar gambar-gambar perhentian Jalan Salib dalam posting ini cukup dengan meng-klik gambar yang bersangkutan.
Meskipun demikian sejalan pula dengan posting saya dalam dalam "Petunjuk Umum bagi Umat Katolik Selama Masa Prapaskah", saya pribadi tetap menganjurkan untuk melaksanakan Jalan dengan sedikit improvisasi dan modifikasi agar lebih menghasilkan buah-buah kebaikan selama Masa Prapaskah atau lebih menguatkan tujuan tentang makna sebenarnya dari Masa Prapaskah. Satu hal yang pernah kami laksanakan ialah Jalan Salib dengan perhentian rumah-rumah orang sakit dan lansia. Dlam setiap rumah yang kami “pandang” sebagai sebuah perhentian Jalan Salib, kami bertemu Yesus yang sengsara dalam diri mereka yang sakit dan jompo, disitulah kami “membalut luka-luka Tuhan” dengan menghibur dan mendoakan orang-orang sakit dan jompo tersebut.

Semoga gambar-gambar 14 Perhentian Jalan Salib ini bermanfaat. Tuhan memberkati Anda semua.














12 komentar:

  1. Memang yahut gambar-gambarnya. Apa ada minat para anggota kerja percetakan untuk memperbanyak dan disebarkan luaskan melalui toko-toko paroki? Saya mendukung sekali jika ada yang berminat.maksud saya ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin sekali membuatkan cetakan dalam bentuk buku dengan hard cover, dan didalam hard cover itu ada tempat cd album yang menggambarkan 14 pemberhentian disertai dengan effek audio-nya, mungkin ada yang membantu untuk terwujudnya keinginan saya ini terutama masalah dananya.
      terima kasih.
      telp. 03179830507

      Hapus
  2. saya suka dgn di adakan perkumpulan remaja katolik di tiap paroke dan adakan doa2 yg dapat membagun iman anak remaja katolik di lingkugan luas

    BalasHapus
  3. semoga sengsara Tuhan Yesus dapat membuka mata hati dan pikiran kita akan dosa atau perbuatan yang telah kita lakukan.ini merupakan satu pelajaran bagi seluruh umat manusia...hanya satu Dia pinta,yakni BERTOBATLAH DAN BERDAMAILAH..amen

    BalasHapus
  4. Saya sebagai seorang katolik senang dengan gambar jalan salib ini

    BalasHapus
  5. Dengan mengikuti sengsara Tuhan kita belajar bagaimana melihat arti kasih Tuhan Yesus Kristus terhadap manusia

    BalasHapus
  6. Terima Kasih Tuhan...Jalan sengsaraMU Dikau tanggungkan untuk kami umatMu.. Saudaraku...Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai sekarang..terima kasih bang Agus.. gambar indah penuh makna.

    BalasHapus
  7. Mari mengambil hikmat dari pengorbanan Yesus Kristus buat umat manusia

    BalasHapus
  8. Gambar tidak bisa di copy Kah???

    BalasHapus
  9. Terkutuklah orang yang di gantung di tiang salib::


    BalasHapus
  10. Mengapa gambar tdk bisa dicopy...lha kalau mau print ato cetak trus gmn...mohon pencerahannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin anda bisa menghubungi saya di no. 031 79830507. thq

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...