Sabtu, 10 September 2011

Ajaran Para Bapa Gereja tentang DOA BAPA KAMI

DOA TUHAN : BAPA KAMI
  • Doa Tuhan adalah yang paling sempurna… Di dalamnya tidak hanya diminta segala-galanya yang dapat kita rindukan dengan cara yang benar, tetapi juga dalam urutan-urutan, dimana kita harus merindukannya; dengan demikian doa ini tidak hanya mengajar kita meminta-minta, tetapi ia membentuk juga seluruh perasaan kita.” (Thomas Aquinas)
  • O manusia, engkau tidak berani mengangkat wajah ke langit, engkau menundukkan pandangan ke bumi, dan dengan tiba-tiba engkau menerima rahmat Kristus: semua dosamu telah diampuni. Dari seorang hamba yang jahat engkau telah menjadi seorang putera yang baik… Jadi angkatlah pandanganmu kepada Bapa …Yang telah menebus engkau melalui PuteraNya dan berkatalah : “Bapa Kami” … Jangan sekali-kali mengandalkan hak istimewa. Ia hanyalah Bapa yang sebenarnya dalam hubungan dengan Kristus, sedangkan kita diciptakan olehNya. Karena itu berkatalah karena rahmat: “Bapa Kami” supaya layak menjadi anakNya” (Ambrosius)


BAPA KAMI YANG ADA DI SURGA
  • Kita dapat menyapa Allah sebagai Bapa, karena Putera Allah yang telah menjadi manusia, menyatakannya kepada kita. Oleh Pembaptisan kita sudah dijadikan anggota Putera Allah dan anak angkat Allah. Doa kepada Bapa kita harus membangkitkan di dalam kita kehendak menjadi serupa dengan Dia, dan membuat kita hati menjadi remuk redam dan penuh kepercayaan (Katekismus)
  • Di “surga” tidak berarti tempat, tetapi keagungan Allah dan kehadiranNya di dalam hati orang-orang yang benar. “Sepantasnya orang beranggapan bahwa kata-kata “Bapa Kami yang ada di surga berbicara tentang hati orang yang jujur, dimana Allah tinggal seperti dalam kenisahNya. Karena itu, juga pendoa akan menghendaki dan merindukan bahwa Ia yang ia sapa, tinggal di dalam hatinya.” (Agustinus)
  • Kalau kita menamakan Allah itu Bapa, kita juga harus bersikap sebagai putera-putera Allah (Siprianus). Kamu tidak dapat menamakan Bapamu itu Allah dari segala yang baik, kalau kamu mempunyai hati yang tidak manusiawi dan kejam. Karena dalam hal itu kamu tidak lagi memiliki tanda kebaikan dari Bapa surgawi dalam kamu (Yohanes Krisostomus)



DIMULIAKANLAH NAMAMU
  • Kalau kita memohon “Dimuliakanlah namaMu” kita masuk ke dalam keputusan Allah. NamaNya yang untuk pertama kali diwahyukan kepada Musa dan kemudian melalui Yesus, harus dimuliakan oleh kita dan didalam kita serta di dalam setiap bangsa dan setiap manusia.
  • Kalau kita mengatakan “Dikuduskankanlah namaMu”, kita berdoa agar Ia dikuduskan di dalam kita yang sudah menjadi milikNya, demikian pula di dalam orang lain yang masih dinantikan rahmat Allah, sehingga… supaya berdoa bago semua orang, juga bagi musuh-musuh kita… Kita berdoa agar Ia dikuduskan dalam semua manusia (Tertulianus)

DATANGLAH KERAJAANMU
  • Gereja terutama mendoakan kedatangan kembali Kristus dan kedatangan kerajaan Allah secara definitif. Ia juga berdoa untuk pertumbuhan Kerajaan Allah pada kehidupan kita “hari ini”
  • Hanya jiwa yang murni … dan siapa yang mendengarkan perkataan Paulus: “hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana”, siapa yang tetap murni dalam perbuatan, pikiran dan pembicaraan, dapat berkata kepada Allah “Datanglah KerajaanMu” (Sirilus dari Yerusalem)

JADILAH KEHENDAKMU DI ATAS BUMI SEPERTI DI DALAM SURGA
  • Dalam kata-kata ini, kita mohon kepada Bapa, semoga ia mempersatukan kehendak kita dengan kehendakNya, supaya terpenuhi keputusan keselamatanNya dalam kehidupan dunia.
  • Kalau kita setia kepada Kristus, kita dapat menjadi satu Roh bersama Dia dan dengan demikian melaksanakan kehendakNya; maka kehendak ini akan dilaksanakan secara sempurna di dunia seperti di dalam surga (Origenes)

BERILAH KAMI REJEKI PADA HARI INI
  • “Berilah kami”, kita mengutarakan dalam persekutuan dengan saudara-saudari kita kepercayaan kita sebagai anak kepaa Bapa di surga. “Rejeki” berarti makanan duniawi yang perlu bagi kehidupan kita semua. Ia juga menandakan roti kehidupan, Sabda Allah dan Tubuh Kristus. Ia diterima “hari ini” dari Allah sebagai makanan hakiki yang tidak dapat diganti, yakni perjamuan pesta dalam Kerajaan Allah yang diantisipasi dalam Ekaristi.
  • Mereka yang mencari Kerajaan dan keadilan Allah, akan juga mendapat segala sesuatu yang lain sesuai dengan janjiNya. Karena bila segala sesuatu adalah milik Allah, maka orang yang memiliki Allah tidak akan kekurangan apapun, kalau ia sendiri tidak lupa akan kewajibannya pada Allah (Siprianus)

DAN AMPUNILAH KESALAHAN KAMI SEPERTI KAMIPUN MENGAMPUNI YANG BERSALAH KEPADA KAMI
  • Permohonan ini meminta kerahiman Allah untuk kesalahan kita. Ini hanya dapat dengan tulus kita ucapkan, apabila kita sudah mengampuni musuh-musuh kita menurut contoh Kristus dan dengan bantuanNya.
  • “Haruslah kamu sempurna, seperti Bapamu yang di surga, sempurna adanya” (Mat 5:48, bdk Luk 6:36). “Aku memberikan perintah baru kepadamu yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku sudah mengasihi kamu… (Yih 13:34)

DAN JANGANLAH MASUKKAN KAMI KE DALAM PERCOBAAN
  • Dengan kalimat ini, kita memohon kepada Allah, supaya jangan membiarkan kita masuk ke jalan yang menuju dosa. Permohonan ini meminta Roh Pembeda dan Kekuatan, memohon rahmat, supaya tetap waspada dan tabah sampai akhir.
  • Percobaan yang kamu alami adalah percobaan yang biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Kor 10:13)

TETAPI BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT.
  • Dalam permohonan terakhir, orang kristen berdoa bersama Gereja kepada Allah, supaya Ia menampilkan kemenangan atas “penguasa dunia”, setan, yang sudah diperoleh melalui Kristus.
  • “Tuhan yang telah menghapus dosa kalian dan mengampuni kesalahan kalian, mampu melindungi dan membela kalian terhadap tipu muslihat setan, yang berjuang melawan kalian, supaya musuh yang biasanya menimbulkan dosa, tidak mengejutkan kalian. Barangsiapa mempercayakan diri kepada Allah, tidak takut akan setan. Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Rm 8:31)” (Ambrosius)

AMIN
  • Melalui “Amin” kita mengungkapkan “Fiat” kita menyangkut semua doa kita : “Jadilah demikian”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...