Rabu, 26 Januari 2011

SILABUS KATEKUMENAT KATOLIK (Revisi II)

Setelah membahas, berkomunikasi dan mempelajari bersama-sama dengan Saudara seperjuanganku yang terkasih Bpk. Eduardus Eddy Gunawan, akhirnya kami menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada kami berdua ialah menyusun Silabus Katekumenat untuk dipakai sebagai acuan katekese di Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar Jakarta Barat. Bahan terlampir masih akan dibahas bersama dalam rapat sie Katekese yang akan datang, tapi bila para peserta rapat ingin mempelajarinay terlebih dahulu, silahkan mendownload/menyalin, copy-paste, nge-print seperlunya. Silabus ini mungkin masih akan berubah setelah rapat.
Tentang Silabus ini ada beberapa hal yang harus disampaikan lebih dahulu, yaitu :   
  • Perbedaan dari silabus sebelumnya yang dimuat DI SINI, atau dari silabus Revisi (oleh saya sendiri) yang dimuat DI SINI, adalah bahwa Silabus ini lebih mengalir antara satu tema dan tema sesudahnya (ada keterkaitan erat, sehingga diharapkan akan lebih memudahkan para katekis dalam menyusun proses katekese-nya, dan bagi katekumen lebih dapat memahami struktur tema-tema dengan lebih mudah dan jelas.
  • Dalam Silabus Revisi ini juga ada bahan-bahan tambahan yang sangat berguna bagi persiapan katekumen untuk hidup terintegrasi dan aktif sebagai bagian dari lingkungan umat dan siap dalam hidup bermasyarakat nantinya (Lihat tambahan Tujuan No.8). Tujuan ini diterjemahkan dalam tema-tema moral, misalnya: Seksualitas, Masalah Hidup berkeluarga dan Hati Nurani. 
  • Seperti saya ungkapkan dalam pengantar Silabus Katekumenat Revisi di Wordpress, Perubahan yang cukup mendasar adalah penekanan pada praksis hidup menggereja pada Tahap I . Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi bila ada katekumen “kristen denominasi” yang sudah mengenal kekristenan dan telah dibaptis secara kristen, sehingga pendampingannya hanya menekankan segi “kekatolikan”.  
  • Tema rekoleksi tiap tahapan juga telah ditetapkan (walau mungkin masih akan dievaluasi dalam Rapat Sie Katekese yang akan datang).
  • Tema-tema Mistagogi juga telah ditetapkan, salah satunya yang penting adalah latihan dan penerimaan Sakramen Tobat. Menjadi kebiasaan baik pula bila pada masa mistagogi, peserta diajak untuk melatih hati nuraninya untuk menyusun sebuah karya sosial bersama (mudah-mudahan ini disepakati bersama). 


A.  TUJUAN UMUM :

          Setelah mengikuti seluruh tahap katekumenat, peserta diharapkan mencapai tujuan-tujuan sebagai berikut :
  1. Agar para katekumen dapat menentukan pilihan yang bebas untuk menjadi Katolik
  2. Agar para katekumen dapat mengenal Allah, sang Pencipta, yang juga Allah Penyelamat dalam sejarah Perjanjian Lama
  3. Agar para katekumen memperoleh gambaran yang jelas tentang pribadi Yesus Kristus sebagai utusan Allah yang menyelamatkan
  4. Agar para katekumen mengimani Yesus Kristus sebagai Jalan, Kebenaran dan Kehidupan
  5. Agar para katekumen memperoleh gambaran yang jelas tentang Gereja dan Tradisi Gereja
  6. Agar para katekumen dapat mempraktekkan hidup doa yang baik dalam hidup sehari-hari
  7. Agar para ketekumen dapat terlibat aktif dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat
  8. Agar para katekumen memiliki hati nurani dan budi pekerti yang baik dan siap untuk hidup dalam masyarakat yang penuh dinamika


B.  PROGRAM KATEKUMENAT

1. Masa Pra-katekumenat

     Kegiatan yang dilakukan :
     • Pendataan peserta katekumenat
     • Perkenalan dan keakraban

2. Masa Katekumenat

          Diselenggarakan selama lebih kurang 1 tahun (12 bulan). Tema-tema katekese disusun sebagai berikut :

  1. Motivasi iman, Perkenalan, Dinamika Kelompok: Berkenalan dengan Gereja Katolik
  2. Mendalami Panggilan
  3. Tradisi dan Kebiasaan Umat Katolik
  4. Organisasi dan Hirarki Gereja Katolik
  5. Kekayaan Doa dalam Gereja dan “Mengapa Kita Berdoa”
  6. Liturgi: Tahun liturgi, Warna Liturgi, Peralatan Liturgi, Ikon-ikon suci, Aneka Ibadat
  7. Alkitab Katolik: Sejarah, Strukturnya dan Penggunaannya
  8. Kisah Penciptaan *
  9. Penciptaan Manusia: Perjanjian Allah dan Manusia *
  10. Manusia jatuh dalam dosa (Allah yang setia dan Manusia yang tidak setia)
  11. Abraham : Bapa Umat Beriman
  12. Meneladani Maria : Peranan Maria dalam Karya Penebusan *
  13. Kelahiran Yesus : Sejarah dan maknanya *
  14. Yesus Dibaptis dan Dicobai (Yesus menghadapi dan melawan godaan)
  15. Yesus Mewartakan Kerajaan Allah dan Menyerukan Pertobatan
  16. Yesus Mengajarkan Hukum Cinta Kasih
  17. REKOLEKSI TAHAP I : Panggilan untuk Mengikuti Yesus, Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
  18. Perjamuan Malam Terakhir
  19. Penderitaan dan Kematian Yesus (Misteri Penebusan) *
  20. Kebangkitan Yesus (Kebangkitan kita) *
  21. Kenaikan Yesus (Harapan akan hidup kekal) *
  22. Pentakosta (Roh Kudus Menyertai dan Menguatkan para Murid Yesus / Berdirinya Gereja Kristus) *
  23. Allah Tritunggal Kudus, Tuhan Yang Mahaesa *
  24. Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik (Gereja = Sakramen Kristus / Gereja = Tubuh Mistik Kristus) *
  25. Memperoleh Hidup Baru Dalam Yesus
  26. Makna Sakramen, 7 Sakramen & Sakramen Baptis (ajaran, materia & liturginya)
  27. Garam dan Terang
  28. Sakramen Krisma (ajaran, materia & liturginya)
  29. Roti Hidup
  30. Sakramen Ekaristi (ajaran, materia & liturginya)
  31. Seksualitas
  32. Sakramen Perkawinan (ajaran, materia & liturginya)
  33. Keluarga dan Permasalahannya
  34. Sakramen Imamat & Panggilan Hidup Selibat
  35. REKOLEKSI TAHAP II : Tinggal Bersama Yesus, Menjadi Umat Gerejanya Yang Kudus
  36. 10 Perintah Allah dan 7 Dosa Pokok
  37. Yesus dekat dengan para Pendosa
  38. Sakramen Tobat
  39. Yesus Menyembuhkan
  40. Sakramen Perminyakan
  41. Hidup kekal (kematian, pengadilan, surga, neraka, api penyucian) *
  42. Pelayanan Gereja kepada Yang Sakit dan Yang telah Meninggal
  43. Karunia dan Kharisma dalam Gereja (Buah-buah Roh)
  44. Gereja yang Melayani (5 Tugas Pokok Gereja : Kerygma, Komunia, Diakonia, Liturgia, Martyria)
  45. Sejarah Gereja Universal
  46. Gereja dan Inkulturasi (budaya-budaya setempat)
  47. Martabat Hati Nurani dalam Menghadapi Godaan Zaman ini
  48. Dinamika Paroki Mangga Besar (kategorial, teritorial dan masalahnya)
  49. REKOLEKSI TAHAP III : Bersama Yesus : Berkarya bagi Umat dan Masyarakat
  50. LATIHAN BAPTIS
   HARI PEMBAPTISAN


3. Masa Mistagogi

          Pertemuan-Pertemuan mistagogi diadakan selama seminggu sekali. Tema-Tema Pertemuan Mistagogi terlampir. Masa mistagogi juga sebaiknya dipergunakan untuk mempersiapkan peserta untuk dapat bersatu/terintegrasi dengan wilayah/lingkungan setempat atau mengikuti salah satu kegiatan kategorial yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
Tema-tema Katekese Mistagogi disusun sebagai berikut :

  1. Syukur atas Rahmat Sakramen
  2. Menjadi Roti yang terpecah bagi sesama / Semangat berbagi  Penyusunan Kepanitiaan Karya Sosial
  3. Kedewasaan Iman
  4. Hidup Doa/Devosi Katolik dan prakteknya
  5. Hidup Beriman Kristiani di Tengah Masyarakat
  6. Mempertanggungjawabkan Iman Katolik
  7. Sakramen Tobat (proses dan liturginya)
  8. Latihan Pengakuan Dosa
  9. Penerimaan Sakramen Tobat
  10. Kesaksian Iman Umat Allah / Pengelompokan minat dan bakat
  11. Karya Sosial
  12. Rekoleksi Pengutusan dan Pembagian Surat Baptis & Foto


Beberapa catatan penulis terhadap Silabus (Revisi II) :
  • Pada bulan-bulan khusus sebaiknya dijelaskan/dibahas tentang dinamika Gereja dalam bulan yang bersangkutan, misalnya: awal Desember membahas tentang adven, atau bulan Mei/Oktober diadakan doa Rosario. Bahan-bahan tambahan tersebut diberikan langsung oleh Katekis yang bersangkutan di luar bahan/tema katekese.
  • Pendampingan katekumen dari Saudara-saudari Kristen Denominasi dilakukan dengan menekankan segi kekatolikan : Tradisi, Devosi dan Sakramen. Lama pendampingan bagi katekumen dari Protestan tergantung situasi dan kondisi. Bila telah memahami kekristenan dapat hanya 3-4 bulan, tapi bila belum memahami kekristenan harus mengikuti pembinaan penuh. Harus diteliti apakah yang bersangkutan telah dibaptis dan baptisannya sah secara Katolik.
  • Bila Katekumen bersangkutan menjadi katolik karena “ajakan” calon pasangan hidup yang akan segera menikah, diperlukan ijin Pastor fasilitator untuk dibaptis dahulu, baru kemudian pendampingan katekumen diteruskan sebagaimana biasanya. Untuk hal ini katekis yang bersangkutan harus lebih sering berkomunikasi dengan Pastor fasilitator.
  • Pendampingan katekumen di rumah (lansia atau yang sakit/cacat), sebaiknya digabung antara tema-tema katekese lansia dan tema-tema pada silabus ini, tergantung situasi, usia, dan kesehatan katekumen yang bersangkutan. Waktu pendampingan di rumah juga berbeda ciri khasnya dan lama pendampingannya (bisa lama bisa sebentar), semuanya tergantung pada situasi dan kondisi katekumen yang dilayani. Untuk lebih jelasnya silahkan membaca buku/petunjuk : Program Katekese Lansia (Yudi & Jenny) pada bagian 5: Tahapan Proses Katekese Lansia.
Semoga bermanfaat.
Sampai berjumpa dalam Rapat Sie Katekese hari Jumat yang akan datang. GBU all.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...