Kamis, 26 Agustus 2010

MENGAPA KITA BERTERIAK...?

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya: "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjwb: "Karena saat sepertt itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.

""Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dpt berbicara secara halus?"

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yg dikira benar menurut pertimbangan mrk. Namun tak satupun jawaban yg memuaskan.


Sang guru lalu berkata: "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara kedua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yg demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya,semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yg ada diantara keduanyapun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."

Sang guru masih melanjutkan: "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yg keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.

Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.

"Krn hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."

Sang guru masih melanjutkan: "Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak.Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat spt itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana.”

(dari email yang masuk ke inbox)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...