Kamis, 13 Mei 2010

TEMA VII : YESUS DEKAT DENGAN YANG SAKIT DAN MENDERITA

Pertemuan 7 Katekese Lansia :
TEMA : YESUS DEKAT DENGAN YANG SAKIT & MENDERITA

Referensi biblis
• Luk 7:1-17, Mat 8:1-4, Mat 9:27-31, Mrk 2:1-11, Mrk 5:21-43, Yoh 9:1-40

Pokok-pokok iman dan refleksi:

 Salah satu karya Yesus yang banyak dilakukannya adalah memulihkan keadaan orang-orang sakit & menderita. Pemulihan ini dapat terjadi dengan cara memberikan kesembuhan pada yang sakit, membangkitkan kembali orang yang telah mati atau mentahirkan (menyucikan kembali) orang-orang yang dikucilkan dalam masyarakat. Tujuan utama dari karya-karya Yesus ini adalah agar mereka memiliki iman dan karenanya memperoleh keselamatan (baik keselamatan secara jasmani = kesembuhan dari sakit, maupun keselamatan secara rohani = dosa-dosanya diampuni)


 Ada 2 (dua) hal yang penting dalam karya-karya penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus, yaitu : (1) HATI YESUS yang tergerak oleh belas kasihan, dan (2) IMAN dari yang sakit atau IMAN dari mereka yang membantu/mendoakan yang sakit. Dalam bacaan Kitab Suci ditampilkan dari Injil Lukas ditampilkan dua hal ini.

 Dalam kutipan Injil ditampilkan bagaimana iman seorang perwira yang memohon kesembuhan bagi salah seorang hambanya yang sakit. Walaupun hamba yang sakit tidak ikut serta memohon tetapi karena IMAN tuannya yang memohon kepada Yesus kesembuhan bagi hambanya maka kesembuhan itu terjadi karena IMAN perwira yang mengasihi hambanya itu dan karena Yesus yang tergerak oleh Iman yang besar dari perwira itu.

 Orang sakit biasanya membutuhkan saudara/ teman untuk mendukung, menemani dan mendoakannya. Yesus melibatkan peran orang berIMAN (cerita perwira kapernaum, 4 orang yang menggotong). Dukungan semangat/ moril / doa orang beriman dibutuhkan membantu orang lain dalam proses kesembuhan. Pernahkah kita peduli, mengunjungi, mendoakan saudara / teman yang sakit ?

 Apakah Yesus dapat berbuat sesuatu? Yesus menjawab “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”. IMAN berarti kekuatan karena percaya pada kebaikan Allah. (lih Mrk 9:22-23). Peran IMAN orang yang akan disembuhkan juga menjadi modal terlaksanya karya Yesus. Rasa tidak percaya / ragu-ragu akan kesanggupan Yesus akan menggagalkan karya Yesus, katanya ”Imanmu telah menyelamatkan engkau“ (lih Mrk 10:52, Luk 18:42). Apakah kita percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan sakit dan penderitaanku ?

 Memohon kesembuhan kepada Yesus juga dapat dilakukan langsung oleh yang sakit. Dalam banyak kutipan Kitab Suci, Yesus sering menyembuhkan orang-orang sakit karena permohonan dari si sakit sendiri yang memohon belas kasihan Yesus agar menyembuhkan mereka. Sudahkan Anda memohon belaskasihan Tuhan Yesus saat Anda dalam kesulitan/penderitaan ? Bagaimana caranya ?

 Yesus seorang yang berbelaskasih, Dia tidak membiarkan kita sakit dan menderita. Hal ini nampak jelas dengan peristiwa pertemuan Yesus seorang janda yang kehilangan anaknya. Yesus yang dengan sendirinya tergerak oleh belas kasihan melihat kesedihan seorang janda yang memiliki seorang putera yang kini telah meninggal dunia. Tanpa diminta, tetapi karen adorongan hatinya yang penuh BELAS KASIHAN Yesus datang dan membangkitkan kembali anak janda yang tadinya telah meninggal. Walaupun demikian, inisiatif/permohonan dari manusia tetap diperlukan, dibutuhkan keRENDAHAN HATI dan kemauan kita untuk mohon belaskasih dan perlotonganNYA. Perkataan “Tuhan, kasihanilah kami” yang membuat hati Yesus tergerak, dipakai oleh gereja katolik menjadi pernyataan TOBAT yang selalu kita doakan / nyanyikan diawal perayaan ekaristi, agar kita layak untuk menghadap Tuhan. Maukah kita membuka hati dan mohon belas kasih dari Tuhan atas kelemahan kita ?

 Adakalanya penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus juga diawali/disertai dengan PENGAMPUNAN DOSA kepada si sakit (lih Mrk 2:1-5). Inilah keselamatan rohani yang diterima oleh mereka yang memohon kepadaNya. Dosa adalah akar dari semua sakit dan penderitaan manusia, maka ketika dosa-dosa itu diampuni, maka beban hidup, sakit-penyakit jasmani yang berawal dari sakit hati, dendam juga akan sembuh seiring dengan pengampunan dosa yang diberikan. Yesus menyembuhkan tidak setengah-setengah, Dia mencabut akar dari segala masalah dan penderitaan, yaitu dosa.

 Penyakit dapat menyebabkan rasa takut, sikap menutup diri, rasa putus asa dan pemberontakan kepada Allah. Tapi, karena sakit juga dapat membuat kita bertumbuh secara rohani, kita mencari Allah, bertobat dan kembali kepadaNya. Manakah yang lebih penting: kesembuhan secara jasmani atau keselamatan secara rohani ?

 “... Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu”. SEMBUH secara jasmani, bukan menjadi tujuan akhir dari karya / mujizat Yesus, melainkan sarana untuk menumbuhkan iman. Orang yang telah disembuhkan jasmani kemudian di UTUS (Pergilah!), perutusan bertujuan bukan hanya untuk mewartakan Yesus sebagai juru selamat dunia. Yesus adalah keselamatan, rahmat, dan penyembuh bagi umat yang sakit.

 Kuasa yang ada pada Yesus yang membuat IA berkuasa untuk menyembuhkan penyakit / mengusir setan/ membangkitkan orang mati, menandakan bahwa Yesus adalah Putera Allah dan bahwa Kuasa Allah selalu beserta Yesus.

 Ungkapan perwira Kapernaum: “Tuan, aku tidak layak untuk Tuan dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (lih Mrk 8:8) dipakai oleh Gereja dalam setiap perayaan ekaristi ketika akan menerima komuni “Ya Tuhan saya tidak pantas Tuhan datang pada saya, tapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...